Customer Service
Otomotif - Toko Alat Teknik & Perkakas Bengkel Mobil & Sepeda Motor Murah l Scanner l Alat Scan I Alat Ukur I Hand Tool I Safety I Permesinan
Selamat Atas Pelantikan Bapak Ir. H. Joko Widodo Sebagai Presiden Republik Indonesia 2014 - 2019, Semoga Bangsa Indonesia Menjadi Bangsa Yang Hebatttttt.

Tips Memilih Tespen untuk mobil Injeksi

Menelusuri kelistrikan mobil mencari suatu masalah sering memerlukan alat bantu yaitu salah satunya adalah Test Pen.

Tentunya berbeda antara Test Pen yang biasa digunakan untuk kelistrikan rumah dengan Test Pen yang digunakan untuk kelistrikan Otomotif. Keduanya mempunyai fungsi sama, mencari jalur yang dialiri listrik, namun dibedakan berdasarkan voltase kerjanya.



Test Pen yang digunakan pada kelistrikan rumah biasanya bekerja di tegangan listrik 110volt hingga 250volt AC (arus bolak-balik).

Sementara Test Pen untuk otomotif, biasanya bekerja di tegangan listrik 12volt hingga 24volt DC (arus searah).

 

 

TEST PEN OTOMOTIF

Test-pen otomotif pun beragam, dari yang harganya paling murah ( Rp 8.000,- an) hingga ratusan ribu rupiah.

Apa yang membedakan test pen tersebut?

Yang harus diperhatikan dari Test Pen untuk Otomotif adalah lampu yang ada di dalam test pen, Apakah berupa LED atau berupa Bohlam?

 

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

 

TEST PEN BOHLAM

Test Pen bohlam cukup beragam jika ditemukan di toko onderdil, ada yang menggunakan bohlam sangat kecil ada yang dengan bohlam cukup besar.

 

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

 

Bohlam sangat kecil menyedot arus sebesar sekitar 0.060Amp – 0.150Amp (60-150mA).

 

Sedangkan bohlam yang lebih besar menyedot daya sebesar 0.400Amp – 0.450Amp (400-450mA).

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

 

 

TEST PEN LED

Test Pen yang menggunakan LED sebagai indikator, mempunyai kelebihan yaitu bekerja dengan arus yang sangat rendah, yaitu di bawah 0.015Ampere atau dibawah 15mA.

 

.

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

 

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

TEST PEN OTOMOTIF YANG AMAN?

Untuk kendaraan yang bermesin jenis Injection, menggunakan komputer mesin (ECU) untuk mengatur seluruh sistem kerja mesin. Banyak jalur-jalur pelistrikan yang berhubungan antara sensor-sensor dan aktuator di mesin dengan ECU. Arus yang ada pada jalur pelistrikan itu belum tentu bertegangan 12 volt, bisa saja berupa suatu nilai besaran resistansi, besaran voltase yang sangat rendah dalam satuan mV dan sebagainya.

Pendek kata, pelistrikan mobil bermesin injeksi (injection) bisa dikatakan sensitif.

Maksimum beban arus yang cukup aman untuk pengetesan dengan Test Pen adalah sebesar 20mA saja!.

Maka dalam hal ini Test Pen otomotif yang dikatakan aman untuk utak-atik mesin Injeksi adalah Test Pen LED, karena hanya membebani arus sebesar kurang dari 15mA.

Akibat dari menggunakan Test Pen Bohlam ke suatu jalur pelistrikan yang sensitif adalah terbakarnya komponen elektronik baik itu berupa sensor atau komponen yang ada di dalam ECU, yang menyebabkan ECU rusak/terbakar.

Tidak hanya ECU, tetapi untuk kendaraan yang dilengkapi dengan modul-modul seperti Module ABS, Body Computer, Light Module, Transmission Module (matic), dsb. Juga sensitif terhadap test pen bohlam.

 

MULTIMETER

Selain menggunakan Test Pen LED, alat bantu yang juga aman untuk pelistrikan mobil injection adalah menggunakan Multimeter, yaitu dengan menggunakan pilihan  Volt Meter, Ohm Meter atau Circuit Tester.

[ www. saft7.com - automotive tips and sharing ]

 

Multimeter yang digunakan bisa Multimeter Analog ataupun Multimeter Digital.

 

 

Jadi, mulai sekarang, jika kita sedang di bengkel memperhatikan montir yang memperbaiki kelistrikan mobil kita, dan dia menggunakan Test Pen Bohlam, segera sampaikan akibat buruk dari alat tersebut.

 

SUMBER ARTIKEL